05
Nov
14

5 Nov 2014

Tuhan itu Al ‘Adl, Maha Adil, semua pasti diciptakan seimbang. Ada kelebihan pasti ada kekurangan. Ada kekurangan pasti ada kelebihannya juga. Kita diciptain dengan banyak kekurangan, pasti kita juga diberi banyak kelebihan. Masalahnya nyadar atau gak, udah tau atau belum. Berusaha menutupi kekurangan yang ada dengan kelebihan yang sudah ada pula. Dan kalaupun udah, apa salahnya kalo kita menambahkan sendiri kebaikan itu?

Posted from WordPress for Android

29
Okt
14

wild life di belakang kamar

image

Di belakang kamar, kalau buka jendela pagi selalu disambut sama suara burung, tupai loncat-loncat di dahan, kucing minta makan, ayam-ayaman yang maen ke deket jendela, ayam beneran yang udah nyari makan, dan kalkun-kalkun yang sepanjang hari ribut mulu.

Kalau lagi beruntung, suka ada biawak sama ular yang mandi matahari pagi. Gara-gara belakang kamar itu  jadi habitat segala macam hewan dan tumbuhan. Ada 5 kolam gede, penuh sama pohon.

image

Kalau malam ditemani konser katak apalagi kalau habis hujan, tonggeret, jangkrik, tokek, kecipak ikan, burung hantu, kucing rebutan tikus, tikus yang histeris direbutin dan anjing yang jengkel dengerinnya.

Kalau mau tidur lampu udah dimatiin, yang keliatan ada kunang-kunang, menyelusup lewat ventilasi, walau cuma satu tapi tetep aja cantik keliatannya.

Jadi kangen kalau malam itu denger suara para almarhum burung tekukur, merpati, dan entah apa lagi milik kakek. Berjejer digantung di balkon. Suasana hening yang kedengeran cuma suara-suara burung, di telinga anak kecil itu jadi kayak sandiwara radio, mistis kedengerannya.

Dulu sekali, peliharaan pertama burung kecil, nemu di halaman rumah, sayapnya patah, jadi sok-sokan vetriner amatir, dirawatlah itu burung, tapi memang sudah takdirnya mati. Dikubur di halaman. Namanya Cini.

image

Posted from WordPress for Android

26
Okt
14

Loyal people still exist

What is worst than losing a friend? Losing more friends

Posted from WordPress for Android

08
Jun
14

Perut mules, angkot mogok di SBMPTNku dahuluuuu

Zaman SMA mau SPMB aka SBMPTN sekarang mesti beli formulir yang udah dikolektifin di sekolah, 110 rebu buat program IPA/IPS dan 135 rebu buat program IPC. Kalo sampe robek atau hilang, bisa repot. Tapi tetep banyak yang ikutan karena waktu itu yang boleh PMDK cuma siswa-siswa yang pede sama nilai raportnya. Dan biasanya sih suka keterima. Jarang ada cerita galau dan nangis bombay karena gagal lulus PMDK haha. Berhubung gak pede sama nilai raport sendiri dan cuma pede bakal lulus spmb, jadinya ya ikutan ujian tulis aja.

Waktu pengambilan formulir ternyata ada buku panduan sama daftar universitas negeri se-Indonesia plus peminat di dalamnya, banyak membantu buat pendaftar yang masih bingung milih jurusan macam saya ini, Arkeologi UI kah? Sastra Perancis UPI kah? Fisika kah? Arsitektur? FK Unsoed kah? FK Hewan UGM kah? (Lihat kucing sakit aja gak tega…) Seni Rupa UPI kah? Sastra Jerman Unpad kah? Setelah cap cip cup plus dapat ilham sedikit akhirnya pilihan jatuh di dua terakhir. Walau ketertarikan aneh ke zaman lampau lebih punya magnet daripada bidang yang dulu boleh dibilang hanya pengisi waktu luang, yang akhirnya terpilih jangan sampe bikin nyesel dong, semua ada plus minusnya juga, bakal ada manfaatnya. Terbukti juga sekarang. Walau masih kapiran dan amatiran, setidaknya jadi bisa dan tahu macam-macam teknik berkarya :D. Oh iya karena nekat ambil IPC maka jatah nambah satu dong, nekat karena saya jelas udah gak belajar pelajaran sosial lagi kan, otomatis harus rela belajar dobel, lagipula itu emang tujuan awalnya, biar pilihan studinya lebih banyak! Beda kan sama sekarang yang program apapun boleh ambil 3 jurusan. Gak perlu pake bantuan si ilham lagi si Astronomi ITB sudah pasti langsung ditulis di pilihan pertama.

Dapat tempat ujian di SMA Kristen Dago depan Rumah Sakit Borromeus, gak ada teman sekolah yang senasib sepenanggungan apalagi selokasi karena gak ada yang ambil IPC (kayaknya sih),,, yang anak IPA ngambil IPA lagi, yang IPS ya pasti ambil IPS juga, jadilah sendiri saja, gak ada teman curhat gara-gara ponsel belum merakyat apalagi merpati pos gak ada yang punya T_T.
Sewaktu ujian, peserta harus pagi-pagi dong datangnya…walau pas itu ada juga yang telat tapi dibolehin aja masuk sama panitia, harus pake baju sopan, kemeja sama celana kain, plus sepatu. Gak boleh pake sandal, jeans sama t-shirt. Gak bawa tas apalagi alat komunikasi. Ya gak pada bawa juga sih. Gak tau deh kalo mas anang. Cuma wajib bawa alat tulis, kartu ujian plus kelengkapan berkas kali pantia setempat minta lihat, sama duit buat jajan. Di hari pertama tes TPA, Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Pulangnya sebagian besar pada ngojek, kebeneran hari itu angkot banyak yang pada mogok setengah hari. Padahal kan lagi banyak yang butuh tumpangan ya. Dan esoknya ujian IPA dan IPS diseling waktu istirahat setengah jam. Peserta ujian sempat kagum lihat saya keluar sebelum bel, pas ujian IPA pula! Bukan apa-apa. Perut saya mules. Gak asik kan kalo dilirikin judes peserta lain gara2 berisik perut bunyi terus. Padahal malam sebelumnya si Ibu ngomel lihat saya makan nasi goreng nambahin banyak cabe. Maka pelajaran paling penting hari itu, selalu dengarkan dan turuti nasihat ibumu, haha… Ngisi soal biasa aja, kalo kamu persiapan belajar sama do’a tiap hari sudah oke ya hajar aja, kalo gak yakin ya mending jangan diisi daripada skornya berkurang banyak. Berhubung saya penganut dogma dibuang sayang kecuali disedekahin jadinya ya semua soal diisi penuh, siapa tau bener ya khannya khaaan,,,kalo salah ya apesnya saya aja. =$.

Terus karena saya ambil jurusan Seni Rupa, harus ikutan juga tes keterampilan di kampus yang dituju, UPI Bandung. Cabut dari Dago ke Gramedia Merdeka beli oil pastel sama penggaris segitiga Rotring (IYA MAHAL!). Datang ke jurusan Seni (oh kangen almarhum gedung jurusan dulu T_T) dikasih 3 kertas gede suruh gambar yang lagi pada pawai pemilu presiden, kayak sekarang nih lagi panas-panasnya pilpres! Kebayang kan mesti gambar manusia berapa biji? Lalu dua kertas sisa buat bikin desain tekstil sama yang satu lagi lupa deh apaan, gambar bentuk atau anatomi mungkin. Dimulai sekitar jam satu siang dan diberi waktu sekitar dua-tiga jam buat beresin gambar. Alhasil pas beres hari sudah beranjak sore….

Pas pengumuman di koran? Mana mungkin Astronomi memprioritaskan pendaftar dari jurusan IPC….hahaha…

….huhuhu

Note: ternyata kebalik harinya, maklum saya hidup di dunia paralel…

Posted from WordPress for Android

22
Jan
14

a week before my bday

“Ladies and gentlemen, wakil Yamaha Semakin Di Depan, let us welcome 2009 second place in motogp world championship, Mr. Jorge Lorenzooo!” kata Komeng dan Lena Tan di ballroom Hilton. audience makin heboh.

so here i am. mengkerut diantara yang hadir di acara Yamaha Semakin Di Depan Launching and Gala Dinner with Jorge Lorenzo. oh well, setelah memalukan diri sendiri dengan mengira petinggi Yamaha yang saya sapa itu Onabe-San,,semua orang asing terlihat sama di mata saya. Tiga jam acara penuh musik, makanan dan makan, jepret foto, curi-curi pandang ke meja VIP di seberang dan sumpah serapah buat para bodyguard di sekeliling Jorge lunas membayar defisit dompet para lucky attendants yang rela-rela beli motor demi kesempatan ini dan saya yang capek wisata di siang harinya.  Mereka bisa pulang dengan senang hati dan perut kenyang dan saya bisa balik ke hotel dengan lebih senang walau perut kelaparan. hoho. besok exclusive meet and greet di Hilton. bagi saya dan 11 orang lainnya petualangan masih berlanjut kawan!

Maka esoknya di Jovo private room, hadir kamera tv, 99’s crews, timbunan hadiah (hiperbola..), mbak cantik caroline serta kami 12 nervous fans. Jokes dan sejumlah pertanyaan pribadi mengalir, dan hey señorito, saya bahkan tak menyimak apa yang kamu bicarain ke saya, salahkan matamu! dan sudden cheek kisses itu!

Ternyata ini cuma awal dari pertemuan-pertemuan selanjutnya. Asalnya untuk bertemu pun hanya sekedar mimpi, sekarang jadi selalu punya kesempatan untuk hadir. Dan puncaknya di Sepang yang saya tolak itu. ah. :)

“Yes i remember you, Mira, right? you little girl….”

20
Jan
14

un title

Menyenangkan ternyata menjadi pengajar. Astronot. Arkeolog. Insinyur pertanian, lalu sadar saya benci sangat sama ulat. Veteriner a.k.a tenaga medis hewan, lalu entah mau apa kalau ada peternak ulat sutera minta saya periksa mesin uang mereka? Mekanik mobil F1 (haha!). Penjaga perpustakaan biar baca buku gratis. Psikolog, sampai terhenti di pasien pertama gara-gara bobotnya kelewat mustahil dicari solusinya untuk ukuran anak SMP (baca: percintaan orang dewasa, ckckckc). Sampai menjadi pencari bakat untuk klub bola (i have a pair of x-ray eyes they said. lol). Pernah suatu saat mimpi jadi pengajar bahasa Perancis, gara-gara Piala Dunia ’98 dukung negara itu.

Tapi kuliah di jurusan seni rupa tanpa memiliki niat dan semangat jadi seniman, akhirnya membuat saya berada di sini sekarang.

Ternyata nyenengin kok. Punya “anak” didik muda, jadi ikutan kebawa muda. Eh emang masih muda kok. *uhuk*. Akrab juga. Setidaknya sekarang kesampaian jadi psikolog amatir, sering jadi tempat curhat mereka. Veteriner amatir, walau akhirnya hewannya tetep mati….. :'( Penjaga perpustakaan iya, karena spot favorit ya di perpus. Scouting mana anak yang Milanisti, pengajar bahasa dadakan yang kebablasan di Channel tunnel, astronot bumi yang ageless (sekarang mulai pake hadalabo anti aging, kak), arkeolog napak tilas zaman saya sekolah dulu, mekanik….settingan internet hp murid dan tetap benci dengan ulat.

Menyenangkan!

:)

04
Feb
13

Epik!

Iseng ikut Epik High contest di twitternya @ygent_official,  malah dapet ini… ^^

image

sekitar 2 minggu setelah dapat tiket konser Bigbang dari YG Indonesia..jelas saja banyak yang sedikit iri haha ;)
Karena memang belum punya album Epik High maka saya bersyukur banget dapat paket ini, apalagi ditanda tangani oleh tablo, mithra dan dj tukutz pula, plus oleh oleh hiphop cap punya tablo…senaaaaang! ;D




blabbermouth

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.